Menarik sekali membahas tentang gelombang otak dan kinerjanya. Gelombang otak ini dikenal sebagai brainwave. Brainwave pada manusia terdiri dari Betha, Alpha, Tetha dan Delta. Sering kita mendengar istilah brainwave atau yang akrab disebut dengan gelombang otak. Sejatinya otak merupakan kumpulan sel saraf yang mampu menghasilkan gelombang listrik yang berdinamisasi. Gelombang inilah yangdisebut dengan gelombang otak. Terdapat alat untuk mengukur gelombang listrik yang dihasilkan otak yaitu Electro Encephalograph (EEG). Gelombang otak tidak hanya menunjukkan kondisi pikiran dan tubuh seseorang, tetapi dapat juga distimulasi untuk mengubah kondisi mental seseorang. Dengan mengkondisikan otak agar memproduksi atau mereduksi jenis frekuensi gelombang otak tertentu, maka dimungkinkan untuk menghasilkan beragam kondisi mental dan emosional. Secara garis besar, otak manusia menghasilkan empat jenis gelombang otak secara bersamaan, yaitu beta, alpha, tetha, delta.
Gelombang Beta adalah kondisi pikiran ketika manusia berada dalam posisi aktif dan waspada. Gelombang ini bekerja pada situasi umum di mana manusia tengah menjalankan aktivitas normal dalam kehidupan sehari-hari. Frekuensi pikiran pada wilayah gelombang ini berada pada kisaran 14-24 Cps (diukur dengan perangkat EEG).
Gelombang Alpha adalah kondisi pikiran ketika manusia tengah berkonsentrasi dan terfokus kepada satu tujuan atau sasaran saja. Contohnya adalah bila manusia sedang membaca, main game, menonton televisi, membetulkan barang yang rusak, atau justru dalam situasi di mana seseorang itu sedang melakukan relaksasi, melamun, atau bahkan santai dan tidak melakukan apapun. Frekuensi pikiran pada wilayah gelombang ini berada pada kisaran 7-14 Cps.
Gelombang Theta adalah kondisi pikiran dalam suasana relaksasi yang sangat ekstrim. Dalam kondisi pada gelombang ini, seseorang bisa merasa bahwa dirinya seolah-olah sedang tertidur. Kondisi macam ini juga terjadi bilamana seseorang sedang melaksanakan aktivitas meditasi yang sangat dalam. Gelombang Theta juga dikenal dengan aktivitas Rapid Eye Movement (REM), di mana seseorang dianggap telah tertidur, dengan mata tertutup, namun sesungguhnya bola matanya bergerak cepat ke sana-kemari. Pada gelombang Theta inilah mimpi-mimpi muncul. Frekuensi pikiran pada wilayah gelombang ini berada pada kisaran 3,5-7 Cps.
Gelombang Delta adalah situasi di mana seseorang telah jatuh tertidur dalam kondisi lelap, nyenyak. Pada kondisi ini, tidak ada mimpi. Kondisi macam ini juga dialami oleh mereka yang jatuh pingsan atau koma dengan skala yang ‘parah’. Frekuensi pikiran pada wilayah gelombang ini berada pada kisaran 0,5-3,5 Cps.
Perpindahan area gelombang di atas tidak bisa terjadi secara perlahan tapi tentunya dengan dengan bertahap – tahap. Berbeda katika seseorang memaksa dirinya untuk tidur maka akan terjadi perpindahan gelombang dari alpha, betha, tetha, hingga delta. Kondisi ini memungkinkan seseorang masih tetap berada di wilayah tetha dan mengalami mimpi. Mengapa bisa terjadi mimpi dikarenakan alam bawah sadar bekerja dengan sangat baik berlawanan dengan alam sadarnya yang sama sekali tidak bekerja. Jadi orang dalam keadaan ini mereka merasa bahwa dirinya telah tertidur karena mereka tidak mampu untuk menangkap bunyi dan tidak mampu melihat objek secara langsung. Akibat kerja alam bawah sadar inilah yang menimbulkan terjadinya mimpi. Saat tertidur dan berada pada wilayah tetha maka mimpi yang dialami akan menyesuaikan dengan kondisi hati si pemimpi. Tentu seolah – olah jika mimpinya negatif maka orang akan berpikir bahwa akan terjadi kejadian buruk dalam hidup mereka. Inilah yang kadang menyebabkan banyak manusia phobia terhadap mimpi. Sementara mimpi merupakan bunga tidur. Tapi kadang justru banyak manusia yang mendramatisir keadaan dengan menjadikan mimpi sebagai acuan atas segala peristiwa yang diyakini telah dialami atau akan dialaminya di masa depan.
Untuk memancing brainwave agar otak berada pada gelombang Alpha, saat ini telah dikembangkan Teknologi DIGITAL PRAYER berupa suara-suara tertentu yang jika didengar akan memancing dan mengarahkan otak pada gelombang idela yaitu Alpha.
DIGITAL PRAYER dalam bentuk file MP3 dapat didownload di bagian samping Blog ini. atau DOWNLOAD DI SINI
Pemakaian HEADSET sangat dianjurkan untuk memperoleh hasil yang maksimal.
SELAMAT MENCOBA....!!! dan nikmatilah sensasi baru gelombang Alpha pada otak kita.
"""kang_rony"""
Untuk memancing brainwave agar otak berada pada gelombang Alpha, saat ini telah dikembangkan Teknologi DIGITAL PRAYER berupa suara-suara tertentu yang jika didengar akan memancing dan mengarahkan otak pada gelombang idela yaitu Alpha.
DIGITAL PRAYER dalam bentuk file MP3 dapat didownload di bagian samping Blog ini. atau DOWNLOAD DI SINI
Pemakaian HEADSET sangat dianjurkan untuk memperoleh hasil yang maksimal.
SELAMAT MENCOBA....!!! dan nikmatilah sensasi baru gelombang Alpha pada otak kita.
"""kang_rony"""
